Taktik Prahu–Hub Atasi Masalah Menahun Biaya Mahal Logistik Indonesia

Taktik Prahu – Hub Atasi Masalah Menahun Biaya Mahal Logistik Indonesia

Biaya Logistik di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia, berdasarkan data Frost and Sulliban. Startup Prahu – Hub pun berfokus pada upaya menurunkan biaya logistic, dengan mengatasi beberapa kendala yang terjadi selama bertahun – tahun. Taktik Prahu–Hub Atasi Masalah Menahun Biaya Mahal Logistik Indonesia mencoba untuk mengatasi dengan mempertemukan penyedia layanan pengangkutan barang (Forwarding) dan pengguna (Shipper). “Konsepnya, kami ingin empower orang di daerah, baik pemain logistic maupun pedagang supaya bisa meningkatkan taraf hidupnya” kata Pendiri Prahu – Hub Benny Sukamto.

Startup ini pun menawarkan empat hal. Pertama, efisiensi dan efektivitas karena harga yang ditawarkan transparan. “Kami kompetetif di harga pasar. Jadi murah itu sebenarnya tidak dinilai dari sekadar mata uang rupiah, tapi banyak hal yang bisa dilihat sebagai benefit,” kata dia.

Kedua, proses transaksi yang dilakukan secara online sehingga bisa dipantau real – time. Sepengetahuannya, selama ini pengguna layanan tidak mengetahui secara pasti kapan barangnya akan sampai. Sebab, penyedia layanan tak memberikan kepastian waktu secara spesifik.

Ketiga, pengguna dan penyedia layanan di platform – nya lebih mudah mengetahui hasil penjualan dan waktu pengiriman. “Kami punya system pemantauan (Tracking) yang in place. Notifikasinya melalui WhatsApp dan email. Konsumen jadi tahu paketnya sudah sampai dimana,” katanya.

Bagi penyedia layanan pengangkutan barang, system tersebut akan memudahkan mereka menjalankan bisnisnya. Sebab, forwarding mengetahui waktu pengiriman barang. Dengan begitu, mereka bisa memulai transaksi berikutnya seiring diketahuinya posisi barang dalam perjalanan. Alhasil, perputaran uang diklaim menjadi lebih lancer.

Keempat, program loyalitas seperti kode diskon. Benny mengatakan, mitra penyedia layanan di platform-nya dapat mengajukan tarif dan menawarkan diskon kepada pengguna tertentu. Selain itu, mereka wajib memberitahukan kapasitas layanan mereka.

Upaya Mengatasi Biaya Logistik yang Tinggi di Indonesia

Benny sendiri sudah berkutat dengan layanan pengiriman barang sejak kecil.  Sebab orang tuanya memang berbisnis ini. Orang tuanya paham bahwa layanan logistic di Tanah Air sangat rumit dan perlu dibuat sistematis. “Logistik di Indonesia itu kompleks, ada 17 ribu pulau. Kalau bicara wilayah dipisahkan oleh air itu seperti antarnegara sebenarnya,” kata dia.

Berkaca dari persoalan itulah ia mendirikan Prahu – Hub pada tahun 2017. Melalui skema bisnis marketplace, startup local ini menghimpun data mengenai potensi dagang di masing – masing wilayah di Tanah Air, berikut dengan tantangannya.

Jadi bertahap. Pertama, kami harus menguasai kultur, geografi, kebiasaan, demografi di masing – masing kota. Secara keseluruhan, potensi bisnis ini sangat besar. Di Prahu – Hub saja, rerata 200 kontainer beroperasi setiap bulannya. “Ruang pertumbuhannya besar sekali. Pasarnya sudah besar, hanya karena semuanya tidak jelas, jadi tak terlohat peluang bisnisnya.” Katanya

Meski begitu, ia mengakui ada beberapa tantangan yang dihadapi para pelaku usaha di industry ini. Pertama, belum adanya standardisasi pengiriman. Kedua, tidak ada batasan tariff. Ketiga, pungutan liar. “selama ini, biayanya jadi tidak stabil. Misalnya, saya jual minuman Rp 3ribu hari ini, besok sudah Rp 1500 per botol. Karena itu, penyedia jasa end to end ambil tariff aman, yaitu yang tertinggi,” katanya

Sebelumnya, Direktur Angkutan dan Multi Moda Direktorat Jendral (Ditjen) Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Ahmad Yani mengatakan bahwa infrastruktur yang memadai dapat menurunkan biaya logistic. Krena itu, pemerintah membangun kawasan berikat di wilayah timur Indonesia. Kawasan ini akan menurunkan biaya karena kapal ataupun bus yang berasal dari wilayah timur juga membawa barang. Saat ini, kapal dari pulau Jawa membawa barang, namun saat kembali muatannya kosong. Hal ini yang membuat biaya logistic yang mahal.